Apa itu Adenoma Bronkus?
Adenoma Bronkus adalah salah satu jenis tumor di trakea atau bronkus (kaliber jalan udara pada sistem pernapasan yang membawa udara ke paru-paru) yang biasanya menghambat saluran pernapasan.
Awalnya istilah adenoma bronkus hanya mencakup tumor jinak pada saluran napas dan non-kanker, namun adenoma bronkial tetap salah satu jensi kanker, karena tumor ini bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya (dengan pengecualian adenoma kelenjar lendir). walaupun seperti itu, mereka tumbuh lambat dan dapat diobati.
Adenoma bronkus merupakan kanker yang sangat jarang terjadi.
Jenis Adenoma Bronkus atau Bronkial meliputi:
Tumor karsinoid
mempengaruhi sel-sel penghasil hormon dan sel-sel saraf. Mereka dapat terbentuk di paru-paru, atau di perut dan usus.
Karsinoma kistik adenoid
biasanya dimulai pada kelenjar ludah di mulut dan tenggorokan. Hal ini juga dapat mempengaruhi trakea, kelenjar air mata di mata, kelenjar keringat, atau rahim, vulva, atau payudara wanita.
Karsinoma mucoepidermoid
terjadi di kelenjar ludah. Sebagian besar kanker jenis ini mempengaruhi kelenjar parotis di depan telinga.
Konten
Tanda-tanda dan Gejala
Apa saja tanda-tanda dan gejala adenoma bronkus?
Beberapa tanda dan gejala umum dari adenoma bronkus yaitu:
- Batuk.
- Batuk yang tidak sembuh-sembuh hingga 6 minggu lebih.
- Darah dalam dahak.
- Mengi (napas berbunyi seperti siulan lirih atau ngik-ngik).
- Kolaps paru.
- Berkali-kali kena pneumonia.
- Pneumonia yang tidak sembuh-sembuh.
Gejala lain yang jarang terjadi, tapi bisa menandakan adenoma bronkus adalah Kulit memerah atau merona.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Kapan kita harus periksa ke dokter
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala yang telah disebutkan di atas atau ada pertanyaan lainnya, konsultasikan segera dengan dokter Anda. Karena tubuh taiap-tiap orang berbeda cara meresponnya. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.
Penyebab
Apa saja penyebab adenoma bronkus?
Sampai saat ini Dokter dan para ahli belum menemukan penyebab pasti adenoma bronkus. Diduga kuat faktor genetik berperan kuat sebagai penyebab kanker ini.
Faktor-faktor Risiko
Apa saja yang membuat kita berisiko terkena penyakit adenoma bronkus ini?
Ada beberapa faktor risiko adenoma bronkus, di antaranya:
- Memiliki neoplasia endokrin multipel tipe 1.
- Pernah menjalani terapi radiasi (atau terpapar radiasi) pada bagian kepala dan leher.
- Genetik (keturunan atau bawaan).
Diagnosis dan Pengobatan
Informasi yang kami berikan bukanlah pengganti nasihat medis. Selalu konsultasikan pada dokter Anda.
Bagaimana adenoma bronkus didiagnosis
Dokter mungkin akan menjalankan pemeriksaan-pemeriksaan berikut untuk mendapatkan diagnosis.
- Biopsi untuk mengambil sebagian kecil jaringan bronkus. Sampel kemudian diperiksa di laboratorium guna memastikan apakah kanker atau bukan.
- Rontgen atau sinar X untuk melihat citra tubuh bagian dalam, seperti adanya tumor di paru-paru.
- MRI, atau magnetic resonance imaging, untuk melihat organ dan struktur dalam tubuh. Pemindaian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar ukuran tumornya.
Dokter juga mungkin meminta Anda untuk melakukan pemindaian lainnya untuk memantau perkembangan tumor.
Apa saja pilihan pengobatan untuk adenoma bronkus?
Pengobatannya tergantung dari:
- Kondisi kesehatan pasien secara umum.
- Jenis dan tahap stadium kanker.
- Usia pasien.
- Pilihan pasien dan keluarganya.
Pilihan untuk mengobati tumor ini diantaranya:
- Operasi adalah pengobatan utama untuk adenoma bronkus. Spesialis bedah akan mengangkat kanker dan jaringan-jaringan di sekitarnya. Nodul limfa di sekitar tumor juga mungkin diangkat supaya tumor tidak menyebar.
- Terapi radiasi juga bisa jadi pilihan untuk membunuh sel kanker. Terapi ini juga bisa dilakukan setelah Anda menjalani operasi pengangkatan tumor. Akan tetapi, radiasi bisa memberikan efek samping seperti:
- Lemas.
- Batuk.
- Sakit tenggorokan.
- Napas terengah-engah.
- Kulit yang diradiasi memerah.
- Obat-obatan kemoterapi juga bisa membunuh sel kanker dalam tubuh. Anda bisa mendapatkan lewat suntikan infus atau obat minum. Kalau kankernya sudah menyebar ke mana-mana, Anda mungkin menjalani kemoterapi bersama dengan pengobatan lainnya. Atau Anda baru akan menjalani kemoterapi setelah operasi pengangkatan tumor. Untuk efek samping kemoterapi antara lain:
- Lemas.
- Mual dan muntah.
- Hilang nafsu makan.
- Diare.
- Rentan kena infeksi.
- Rambut rontok.
- Imunoterapi untuk mendorong kerja sistem kekebalan tubuh (imun) dalam mendeteksi dan menghancurkan sel-sel kanker.
- Terapi target akan menyasar protein atau gen tertentu yang memengaruhi perkembangan kanker. Itulah yang akan dihancurkan guna mencegah penyebaran kanker lebih jauh.
Pengobatan di Rumah
Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi adenoma bronkus?
Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Pengobatan kanker bisa menguras tenaga, emosi, dan perasaan. Bicarakan dengan orang-orang terdekat, dokter, perawat, dan tim ahli Anda soal apa yang Anda rasakan.
- Terapis, psikolog, atau konselor bisa membantu Anda menghadapi gejolak emosi selama pengobatan.
- Anda bisa mencari komunitas penyintas kanker atau kelompok yang sedang berjuang melawan kanker untuk saling berbagi pengalaman serta dukungan mental.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
Referensi :
Bronchial Adenoma. https://www.webmd.com/lung-cancer/bronchial-adenoma. Accessed 2/12/2016.
Bronchial Adenoma. https://emedicine.medscape.com/article/295573-overview. Accessed 3/12/2016.
Bronchial Adenoma. http://www.nytimes.com/health/guides/disease/bronchial-adenoma/overview.html. Accessed 3/12/2016.
Lintas Health - Jika Anda merasa bahwa artikel-artikel yang ada di blog ini bermanfaat, Anda bisa berkontribusi dengan cara memberikan kami donasi melalui Paypal atau dengan Pulsa atau bisa juga dengan cara Klik Tombol Share Dibawah untuk berbagi artikel dengan teman-teman anda di media social - Terima kasih.